Monday, September 03, 2007

Sepetang Iftar bersama Palestina


Petang ramadhan itu
kusuap beriyani rindu
lauknya sepinggan ceria
di sisi segelas bahagia.

Di kejauhan sana
kaujamah roti-roti luka
kuahnya semangkuk sengsara
ditemani secangkir air mata

Puasa itu ibarat pohon,
bunganya iman, taqwa buahnya,
rantingnya ukhuwah, ithar daunnya.

Senja itu,
bunganya kuncup tidak mewangi,
buahnya pahit tidak bersemi,
rantingnya patah tidak berganti,
dedaunannya kering tak siapa peduli.

Maafkan aku Palestina
sore ini, daun-daun ithar gugur lagi.

Ibnu Umar
Leeds
3 September 2007

iftar = buka puasa
ukhuwah = persaudaraan
ithar = mengasihi sahabat melebihi diri sendiri

1 comment:

Sarah said...

salam,
saya cuba cari perkataan yang sesuai untuk stanza 4, baris 3, tapi tak jumpa perkataan akhir 'i' untuk yang bermaksud manis (antonim pahit). jadi, baris cadangan saya:

Senja itu,
bunganya kuncup tidak mewangi
buahnya pahit berhias duri
rantingnya patah tidak berganti
dedaunannya kering di tapak kaki (atau dipijak kaki?-ganti 'tak siapa peduli')

ini cadangan cuma, terpulang untuk ubah atau tidak. kalau ada perkataan lain ingin dicari, kamus dewan ada pada saya sekarang ini:)